Postingan

Melatiku

Gambar
Tanggal 3 April ini putri kecilku, Afifah Yasmin Ghita Putri berusia 9 bulan. Dengan pipinya yang cabi, gusi belum berisi gigi, rambut lembutnya, dan senyum dari mulutnya yang mungil selalu menggemaskan siapa saja yang melihatnya. Berat badannya yang kini 9 kilo, dengan perawakan yang lumayan bongsor, Yasmin tampak sebagai bayi sehat dan kuat. Mulut kecilnya mulai mengocehkan kata-kata berirama yang hanya dimengerti olehnya. Kaki-kakinya yang kuat siap berdiri dan merangkak menggelilingi istanaku. Hari ini pula, di ruang kerjaku, istri temanku sedang memperjuangkan nyawanya dengan operasi sesar demi anak keduanya. Mendengar kata sesar perutku serasa diiris-iris, nyeri.... Ya, ketiga anakku dilahirkan secara sesar, ditambah lagi 1 yang hamil di luar kandungan. Jadi sudah 4 kali aku dibedah.Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu AKbar...Karena itulah demi kesehatan dan keselamatanku maka aku dan suamiku akhirnya menyetujui saran dokter kandungan untuk steril. Ya Allah, semoga engk...

Kembali Terjadi

Hampir terlupa kiamat kecil lalu Tsunami Aceh terngiang kalbu menelan nyawa tanpa dosa sekian banyak hati terluka Sesaat, seperti tenang... Mencoba merajut hidup kembali Tanpa pikir, terus menerjang Apa yang terjadi nanti Kali ini Kiamat sugro dari Ilahi seperti lanjutan tsunami Kini... Rumah Luluh lantak dengan tanah Hanya Masjid berdiri megah, Subhanallah Nurani kerdil tergugah Apakah ini akhir dunia fana? Situ Gintung menangis Menumpahkan bah air mata Berduka dan terluka hitungan detik Wahai insan, apa yang dapat dipetik? ( Ade, 7 April 2009)

SAHABAT

Setiap orang pasti punya teman, tetapi jika ditanyakan apakah punya sahabat? Jawabannya pasti belum tentu ada. Sahabat adalah orang yang paling dekat, paling kita kenal dan bisa mengerti diri kita. Jika kita mengakui seseorang sebagai sebagai sahabat kita, maka dia pun harus mengakui kita sebagai sahabatnya. Sahabat adalah hubungan timbal balik dua belah pihak. Dua orang yang bersahabat tidak selalu harus dari dua karakter yang sama. Justru yang berbeda karakter itulah bisa saling mengisi dan melengkapi. Sedekat-dekatnya sahabat bukan berarti tidak pernah berselisih. Kecenderungan perselesihan sesaat ini sangat mungkin terjadi bagi dua orang yang bersahabat. Persahabatan tidak selalu terjalin dengan sejenis dengan lawan jenis pun bisa saja terjadi. Laki-laki bersahabat dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, atau laki-laki dengan perempuan. Dalam bersahabat membutuhkan kesabaran, pengertian, pengorbanan, dan tidak mungkin juga ada kebohongan . Kebohongan disini hanya sesaat saja....

Bermula dari Karmina Sampailah pada Jamilah

Ibarat sebuah pohon, bahasa adalah sebuah hasil budaya yang senantiasa berkembang. Adakalanya perkembangan itu masih menampakkan, masih menyimpan jejak bentuk asalnya. Namun, adakalanya perkembangan itu melesat cepat, hingga tak ada tilas yang dapat dilacak dengan segera. Adakalanya perkembangan itu berjalan bagaikan jalannya seekor penyu di pasir pantai, pelan dan jelas jejaknya. Sebutlah sebuah contoh, perjalanan sebuah kata "bibi" yang makna dasarnya mengacu pada seorang perempuan adik ibu atau ayah kita. Entah seberapa panjang dan lama prosesnya, "bibi" berubah menjadi "bibik" yang mengacu pada seorang perempuan dengan profesi sebagai pembantu rumah tangga. Pikiran awam kita pun tergoda untuk menelusurinya. Barangkali begini kisahnya. Ketika hubungan antara para majikan dan pembantu terjalin mesra, ada upaya dari para majikan itu untuk menganggap para pembantu sebagai bagian dari keluarganya. Maka tidaklah sopan rasanya jika anak-anak para majikan itu ...

Sajak Cinta Mujahid yang Mati di Ujung Senapan

Telah ku cari dari Ambon lalu Poso dari Afgan hingga Moro Alhamdulillah Terima kasih atas nikmat sebutir peluru di detak jantungku Alhamdulillah

Puisi Ibu Guru yang Patah Hati

(Renungan seorang sahabat) Dengan apa harus kuajarkan padamu tentang teori ini, anakku? Sedang dengan kata tak lagi cukup Sedang dengan gambar tak pernah menarik Sedang dengan teladan tak lagi bermakna

Bila Kau Tanyakan Padaku tentang Cinta

Renungan seorang sahabat Di siang yang gerah ini, mari penuhi kelas kita dengan cinta. Lalu kau tanya padaku Apa itu cinta, Bu? Mengapa masih kau tanyakan cinta sedang setiap saat kuhamparkan cinta buatmu Cinta adalah Pelototan mataku saat kau bertanya tak bermutu Cinta adalah Jeweran saat kau ribut di pojok kelas Cinta adalah Pintuku yang tertutup saat kau terlambat datang Cinta adalah Sederet soal ulangan yang membuat keningmu berkerut Cinta adalah ..... Maksudnya, Bu? (Kau bertanya lagi) (Kupelototi engkau, tapi kujawab juga tanyamu) Berapa umurmu, Nak?