Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 22, 2013

cerpen: Kisah Sajadah

Gambar
KISAH SAJADAH HIJAU ADIK AUFAR         Sajadah biru milik abang Syawal dan sajadah merah milik ayah sudah senyum-senyum gembira. Seperti biasa Ayah akan melaksanakan shalat Jumat di masjid dan abang Syawal pasti akan ikut juga. Melihat kegembiraan sajadah biru dan merah, sajadah hijau tampak tak senang,      “Enak, ya, kamu… sajadah biru dan merah, sering dibawa sholat ke masjid. Sedangkan aku, jarang sekali. Aku lebih sering berada di keranjang ini sendirian. Sajadah merah milik ayah pergi, sajadah kuning milik ibu juga sering dipakai. Cuma aku saja yang sering di keranjang ini!”   Sajadah hijau mulai merajuk menyampaikan isi hatinya.           Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Abang Syawal sudah rapi dengan baju kokonya, siap ke masjid. Diambilnya sajadah biru, dilipat dengan rapi.     “Yah, sajadah ayah sudah Abang ambilkan!” suara Abang yang meninggalkan kamar semakin membuat sajadah hijau bersedih. Ia menangis meratapi kesendiriannya .      “Jangan nangis hijua….’kan

Cerpen: Bumi Dipijak Langit Dijunjung

Gambar
BUMI   DIPIJAK   LANGIT   DIJUNJUNG                  Lin yakin dengan sikapnya selama ini benar. Prinsipnya ini bahkan harus bertentangan dengan keluarga besarnya. “Papa…, Lin tetap akan masuk IKIP, Lin mau jadi guru Bahasa Indonesia” Lin berusaha untuk menghadapi papanya dengan tenang. “Jadi guru?? Lalu siapa yang akan meneruskan usaha papa? Kamu anak tertua yang papa harapkan melanjutkan usaha papa. Kenapa Cuma mau jadi guru??? Papa gak ngerti jalan pikiranmu! Apa yang kamu harapkan dari gaji guru?? Papa bisa punya rumah mewah, mobil bagus, usaha maju, tanah luas, semua ini bukan karena jadi guru! Tapi karena usaha, dagang, bisnis! Apa yang kamu harapkan dari gaji guru, Hah!” suara papa semakin tinggi. “Lagipula kita ini orang Cina, keturunan pedagang, bisnis, bukan keturunan guru!’ Lin hanya memandang papanya dengan tatapan kosong. “Jawab, Chi! Jawab! Apa yang kamu harapkan dari gaji seorang guru!” Papa meggebrak meja yang ada di hadapannya, suara papa semakin menin

Artikel: Perjalanan Spiritual Sutardji Calzoum Bachri Berawal dari O Amuk Kapak

Gambar
PERJALANAN SPIRITUAL SEORANG SUTARDJI CALZOUM BACHRI BERAWAL DARI   O AMUK KAPAK Retno Utami (Karya Tulis ini pernah diikutkan dalam Lomba Mengulas Karya Sastra 2009) 1.       Pendahuluan         Perjalanan spiritual setiap orang tidak selalu sama. Ada yang dicapai dengan jalan yang mudah ada pula yang sulit. Cara yang digunakan untuk tujuan tersebut pun berbeda. Ada yang melalui perenungan yang sangat panjang, ada yang dicoba dengan ujian yang sangat berat, ada pula yang datang tanpa diduga. Semua itu pada akhirnya bermuara ke satu tujuan yaitu menjadi hamba Tuhan yang lebih sempurna.      Setiap manusia punya alat yang berbeda untuk mencapai Zat Yang Maha Tinggi. Seorang tukang sapu jalanan akan menggunakan sapunya untuk membersihkan jalanan dari sampah-sampah dan kotoran-kotoran. Sehingga setiap orang yang lewat akan merasa nyaman. Seorang tukang sapu akan menyempurnakan keimanannya dengan sapunya. Bukankah kebersihan sebagian dari iman?   Seorang guru akan me